Branding Muara Tanjung Rumah Makan Khas Padang Pariaman


Halo gaes kali ini saya mau memperkenalkan Branding Rumah Makan Khas Padang Pariaman yang bernama Muara Tanjung atau 'Muaro Tanjuang' Dalam Bahasa Minangnya, ya Rumah Makan ini adalah nama yang Ayahanda saya bersama dengan Ibunda saya gunakan dulu untuk membuka warung makan atau rumah makan kecil-kecilannya yang mana usaha ini adalah usaha yang menghidupi keluarga kecil kami dulu.

Saat itu saya bertanya kepada ayah saya terkait nama usaha yang digunakan untuk warung makan atau rumah makan ini mengapa diberi nama nya Muaro Tanjung? dan ternyata beginilah jawabannya :

Dulu waktu pertama kali Ayah merantau dan pertama kali berjualan di Bandung, Ayah melihat ada warung yang namanya Muara XXX (Ayah saya agak lupa kepanjangannya apa), itu ramai sekali yang makan, sehingga terinspirasilah nama Muara itu dari Rumah Makan tersebut, karena beliau berharap suatu saat warung makan nya akan seramai rumah makan itu karena artinya juga Muara adalah tempat berakhirnya suatu aliaran sungai, sehingga berharap rezeki itu mengalir dan bermuara di rumah makan kami itu, namun nama Muara sedikit dirubah menjadi Muaro dalam bahasa Padangnya. Sedangkan Tanjung adalah nama belakang Ayah saya yang merupakan bagian dari suku Tanjung.

Namun setelah saya telusuri ternyata ini arti yang sesungguhnya dari kata atau nama Muaro dan Tanjung yang selengkapnya :


  • Muaro itu dalam Kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) nya adalah Muara yang artinya suatu tempat bertemunya antar satu sungai atau lebih, dan menjadi tempat terakhir atau berakhirnya aliran sungai di laut, samudra, danau, atau sungai lainnya.
  • Nah sedangkan Tanjung ini adalah nama belakang Ayah saya yang merupakan suku Tanjung, dalam Kamus KBBI sendiri Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut, atau daratan yang dikelilingi oleh laut diketiga sisinya.


Itulah sejarah singkat mengenai asal muasal nama merek warung nasi padang atau rumah makan padang orang tua saya ini, yang saat ini sedang vacum atau pensiun karena satu dan lain hal. Untuk Branding nya ini sendiri sebenernya belum ada patennya alias asal ada aja, semejak saya kuliah desain, akhirnya terbukalah pikiran saya untuk membranding Rumah Makan pendirian Orang Tua saya ini, namun apa daya setelah saya berhasil membranding Rumah Makan ini, semejak Orangtua saya pindah ke Padang usaha ini sudah tidak lagi dijalankan karena satu dan lain hal tadi, namun di Bandung masih ada, namun itupun yang memiliki dan mengelolanya adalah saudara/ponakan orang tua saya dan itu bukanlah orang tua saya yang memilikinya.

Dan suatu saat saya berharap selain saya dapat menjadi creativepreneur dibidang yang meliputi desain grafis, advertising dan multimedia, saya juga berharap bisa meneruskan usaha Rumah Makan ini agar Rumah Makan Khas Pariaman yang membesarkan hidup saya sejauh ini bisa terus melestarikan dan memberikan eksistensi makanan khas Nusantara khususnya makanan khas dari Minangkabau itu.