Halo gaes kali ini saya mau berbagi cerita mengenai bagaimana metode cara saya belajar mendesain, yaitu menggunakan metode ATM yang merupakan singkatan dari Amati, Tiru, Modifikasi.

Mengapa menggunakan cara ini? karena pada dasarnya dari sejak kita kecil kita ini adalah pengamat danpeniru, kita amati cara orang tua kita berbicara dan berjalan, setelah itu kita mencoba melakukannya, namun bedanya melakukan dalam hal metode desain yang akan kita bahas ini adalah modifikasi dari apa yang sudah ada.

Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut ini :



1. Amati (Melihat-Lihat Dengan Mencari Referensi)



Cobalah untuk sering mengamati setiap desain yang ada dari berbagai media, yang salah satunya adalah melalui media digital, melalui mesin pencari seperti google, bing, atau mesin pencari lainnya dengan keyword yang sesuai dengan yang kalian butuhkan, tentunya yang bagus dan baik menurut kalian, dan bagaimana cara mereka menerapkan dan mengaplikasikan unsur-unsur desain kedalam sebuah hasil karya nya.



2. Tiru (Membuat Apa Yang Dijadikan Refernesi)



Nah setelah kalian mengamati tadi, cobalah untuk menirunya, meniru rancangan yang sudah ada tidak diperbolehkan jika konsep dan ide nya itu seratus persen mirip dan sama dengan yang di tiru, terkecuali jika rancanganya kurang dari lima puluh persen maka masih bisa ditoleransi. Untuk itu kita perlu memperhatikan kembali hasil rancangan yang kita buat apakah sudah memenuhi standar atau belum. Jadi bukan mengambil dan mengakuinya sebagai karya sendiri ya gaes, melainkan menjadikan contoh dan referensi dalam mendesainnya, dan mengakui karya yang ditiru sebagai referensinya, karena pada dasarnya itu bentuk dan warna itu umum, sama hal nya dengan menciptakan sebuah lagu. Seperti yang sudah saya jelaskan diawal yang pada dasarnya dari kecil kita itu adalah makluk peniru, karena sekelas Bill Gates dan Steve Jobs saja yang merupakan para tokoh teknologi ini saat mendirikan raksasa nya Microsoft dan Apple, mereka bahkan meniru, lebih parahnya dalam sejarah yang diceritakan di Film Silicone Valley mereka berdua mencuri ide dari Xeros mengenai ide-ide teknologi tersebut. Namun kembali lagi apa saya maksud itu bahwa yang kita tiru atau yang kita jadikan contoh itu jangan semerta-merta kita menirunya seratus persen, tetapi dimodifikasi, nah ini yang akan kita bahas di poin ke tiga.



3. Modifikasi (Merubah Hasil Tiruan Dengan Cirikhas Sendiri)



Nah di poin terakhir dari metode ini, Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya hanya saja dengan memodifikasi rancangn yang sudah ada kita bisa belajar mengenai metode-metode rancangan yang sudah ada sebelumnya, ketimbang kita merancang tanpa ada tujuan yang jelas. Setelah kita amati, dan kita mencoba meniru apa yang kita jadikan referensi itu, dan setelah kita yakini bahwa desain tersebut sesuai dengan keinginan kita barulah kita coba memodifikasi apa yang kita tiru itu yang dikombinasikan dengan ide murni kita sendiri agar bagaimana terlihat seperti suatu desain yang terbarukan. Sehingga apa yang kita buat tidak asal-asalan, asal jadi, asal selesai, namun hasilnya tidak sesuai.


Nah begitulah metode belajar dengan cara mengamati, meniru, dan memodifikasi karya rancangan yang sudah ada sebagai acuan dan referensi yang sederana ini yang saya sebut dengan metode ATM dalam belajar mendesain untuk pemula.

28 Comments

  1. Saya banget nih, dulu saya pertama kali bekajar bisnis dengan ATM, meskipun ternyata masih kurang ngeh karena bisnis itu lebih mendalam ilmunya.
    Tapi lumayan lah, bisa bertahan dan berkembang setahun hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah keren Mba Rey, lumayan lah setahun juga minimal sudah perah mencoba ya, btw Metode ini bisa dilakukan dalam berbagai hal ya Mba Rey, selain Desain dan Bisnis, Juga dalam hal masak-memasak, gerakan-gerakan olahraga, membuat games, dan lain-lainnya ya, hanya saja disini metodenya diaplikasikan dalam mendesain hehe

      Delete
  2. Replies
    1. Mantul gan hehe, terima kasih atas kunjungannya ya pak Yusuf :D

      Delete
  3. kalo aku biasanya suka niru desain di canva sih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantul Mba Ayu, referensi bisa dari mana saja, termasuk dari canva ya hehe

      Delete
  4. Mantul infonya gan thx visit http://ririhariyadi.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Ane pernah amati terus tiru sepenuhnya dan lh pas modifikasi malahan ancur kesannya kaya gk profesional, ini ane desain web ya :v solusi nya dong gan?? 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah menurut sy sih ini harus sering" belajar nya gan, kalau baru satu, dua, tiga kali pasti ga akan berasa efeknya dari metode belajar ini, tapi kalau dicoba" terus menerus nanti akan bisa dipahami
      degan sendirinya mengenai makna desain yang benar" baik itu, sama hal nya dengan desain web tentu harus kita lihat desain" web yang udah dibuat biasanya rata-rata hampir sama, bila platform untuk web berita seperti detik, kompas, pasti akan menampilkan banyak kolom hanya desainnya sedikit berbeda yang disesuaikan dengan identitas visual perusahaan nya masing", dan untuk desain website fotografi, kuliner, traveling juga menyesuaikan dengan isi konten nya, jadi ayo semangat belajar gan hehe :D

      Delete
  6. Metode yang sudah saya kenal dan saya terapkan 7 tahun lalu. Akhirnya sekarang sudah bisa mengembangkan desain untuk blog-blog pribadi dengan koding yang saya tulis dari nol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih keren banget bang, bikin desain template blog sendiri gitu mksudnya ya.

      Delete
  7. mahasiswa banget nih menerapkan metode ATM.. hehe..
    saya pun sampai saat ini juga masih sering menerapkan metode itu.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba Thya, anak" mahasiswa di fakultas industri kreatif yang biasanya pakai metode ginian, termasuk saya sendiri hehe XD

      Delete
  8. Wah, berarti ilmu yang selama ini saya pakai namanya ATM, kekeke. Kalau buat pemula, metode amati dan tiru memang paling cocok, modifikasi bisa pelan-pelan sembari nemuin gaya desain sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha bisa jadi Bang Salman, tapi yang pasti setiap desainer pada awalnya dari melihat, meniru, dalam tahap belajarnya dan memodifikasinya agar yang sudah ada menjadi hal yang terbarukan dengan sentuhan tangan yang kreatif dan bisa jadi menemukan gaya desainnya sendiri yang bener" original ya :D

      Tapi yang dipikiran saya seori-orinya hasil desain tetap ada campur tangan orang lain, dari sang penemu aplikasi desainnya (untuk karya hasil digital), penemu pensilnya (untuk karya hasil manual), dan unsur" desainnya seperti penemu warna, dan penemu" lainnya, begitulah menurut otak amatir saya ini berbicara bang wkwkwk

      Delete
  9. wih keren ini jadi pengen belajar desain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok Bang Maswid belajar bang, tidak ada kata terlambat sebelum nafas berhenti menghirup, jatung berhenti berdetak dan jasad ada diliang lahat hehe... #AnjaySoBijakKaliAwakNie XD

      Delete
  10. OKE keren Juga Amati, tiru, modifikasi tapi hati-hati ini dalam hal apa dlu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syiiiappp gan terima kasih hehe, jelas hal ini dalam belajar desain...

      Delete
  11. wah boleh juga nih gan trik nya ane coba, soalnya nggak pernah nih bikin desain getu :D salam kenal gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke bang silahkan dicoba hehe, salam kenal juga bang XD

      Delete
    2. ide-ide inspirasi memang sering muncul dari pengamatan ya gan, sehingga muncul keinginan untuk membuat suatu hal yang baru namun tidak persis seperti aslinya :)

      Delete
    3. betul bang, karena semuanya yang kita buat pada dasarnya adalah karya daur ulang yang dibuat menjadi sesuatu yang terbarukan XD

      Delete
  12. Aku banget itu... tapi jangan salah kadang hasilnya lebih bagus dari yang ditiru, namanya juga sambil menyempurnakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaps saya setuju, bener banget ini bang Sofyan, itu namanya penyempurnaan dari apa yang sudah ada, sama halnya dengan karya teknologi, pada awal kemunculannya kan komputer terbuat sangat rumit dan tidak fleksibel, tapi pada akhirnya sekarang tercipta monitor yang tipis, dan laptop yang fleksibel bisa dibawa kemana-mana, karena pada dasarnya itu semua adalah hasil karya orisinil yang disempurnakan dan terbarukan.

      Delete
  13. Kalau saya dalam desain cenderung lebih mengandalkan imajinasi murni. Bukan tak ingin mengamati, meniru, dan memodifikasi, hanya saja kalau bagi saya hal itu cenderung akan mensugestika sebuah ketergantungan yang berkelanjutan. Saya biasa bikin desain, walaupun hasilnya biasa-biasa saja tapi setidaknya ada rasa terpebuhinya hasrat meski tak maksimal. Bila saya tidak menerapka apa itu ATM, bukan berarti saya tak mencari refernsi.
    Beropini tidak apa kan, bos? hehe
    Informasinya sangat bagus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sblumnya terima kasih mba Sherly opini nya hehe :D, saya rasa bagus juga ide mendesain dengan imajinasi mba Sherly, walau kadang hasil nya menurutku itu fiksi, tapikan sepertinya imajinasi itu datangnya secara tidak langsung atau tidak kita sadari adalah perwujudan dari sesuatu yang kita lihat sebelum"nya(bisa juga karena dejavu), yang dimodifikasi dengan pemikiran alam bawah sadar kita yang kreatif hehe, contohnya mungkin misalnya ketika saya membayangkan kucing terbang dengan sayap, hal itu adalah kombinasi dari kucing dan burung dengan sayapnya yang pernah kita lihat sebelumnya (kecuali seni abstact ya, hehe), ya tapi kembali lagi bahwa setiap orang memang mempunyai metodenya masing" dalam belajar khususnya dalam mendesain, betul juga apa yang disampaikan mba Sherly, kalau terlalu "sering" mungkin akan menghilangkan kreatifitas kita dalam mendesain, tapi untuk sekedar belajar itu saya rasa tidak masalah, yang penting jangan belajarnya di salah satu jenis desain, agar tidak membatasi kreatifitas, contoh nya dalam belajar digital art dengan berbagai jenisnya seperti flat design, karikatur, WPAP, vector art, dll nya gitu :)

      Delete